My Home

by : yto997
 
IndeksIndeks  player  ytoyto  PortalPortal  AnggotaAnggota  PendaftaranPendaftaran  LoginLogin  

Share | 
 

 bertanya......

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
joycelyn



Jumlah posting : 3
Points : 9
Reputation : 0
Join date : 14.08.09

PostSubyek: bertanya......   Sat Aug 15, 2009 8:12 pm

Pertama, dalam Agama Buddha, tujuan terakhir adalah Nibbana atau Nirwana. Apakah dari umat beragama lain bisa mencapai tujuan tersebut?

Kedua, apabila agama adalah rakit, setelah selesai dipergunakan untuk menyeberang apakah rakit itu tidak perlu dikenang atau diturunkan kepada yang lain?
Kembali Ke Atas Go down
yto
member
member


Jumlah posting : 212
Points : 457
Reputation : 1
Join date : 11.08.09
Age : 37
Lokasi : jakarta

PostSubyek: Re: bertanya......   Sat Aug 15, 2009 8:20 pm

Menjawab pertanyaan pertama, perlu diketahui bahwa pencapaian kesucian atau Nibbana adalah salah satu dari tiga tujuan seorang umat Buddha. Ketiga tujuan hidup itu adalah pertama, mencapai kebahagiaan di dunia dengan kecukupan minimal empat kebutuhan pokok yaitu pakaian, makanan, tempat tinggal dan sarana kesehatan. Kedua adalah mencapai kebahagiaan setelah meninggal dunia yaitu terlahir di salah satu alam surga karena kebajikan melalui badan, ucapan dan pikiran yang telah ia lakukan selama hidupnya. Tujuan hidup ketiga barulah mencapai kesucian yaitu berhasil membebaskan diri dari ketamakan, kebencian serta kegelapan batin.

Dalam pengertian Dhamma, Agama Buddha hanyalah pelembagaan Ajaran Sang Buddha dengan menambahkan berbagai tradisi masyarakat setempat. Agama bukanlah hal penting. Jauh lebih penting dari Agama Buddha adalah pelaksanaan Ajaran Sang Buddha dalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan Ajaran Sang Buddha tersebut adalah Jalan Mulia Berunsur Delapan yaitu Pikiran Benar, Pandangan Benar, Ucapan Benar, Perbuatan Benar, Mata Pencaharian Benar, Daya Upaya Benar, Konsentrasi Benar dan Perhatian Benar. Jadi, meskipun seseorang bukan umat Buddha, namun apabila ia mau dan mampu melaksanakan Jalan Mulia Berunsur Delapan tersebut, ia mempunyai kesempatan mencapai kesucian atau Nibbana. Ia bisa mencapai Nibbana bahkan tanpa harus mengaku dirinya sebagai umat Buddha terlebih dahulu. Namun, kalaupun ia tidak bisa mencapai Nibbana, pelaksanaan Jalan Mulia Berunsur Delapan akan memberikan kebahagiaan baginya di dunia maupun di alam surga setelah meninggal nanti.

Menjawab pertanyaan kedua, setelah seseorang melaksanakan Jalan Mulia Berunsur Delapan dan mencapai kesucian maka Buddha Dhamma menjadi gaya hidup dan cara berpikirnya. Ia sudah tidak dapat dipisahkan lagi dengan Dhamma. Segala tindakan, ucapan dan pikiran yang dilakukan setiap saat selalu selaras dengan Dhamma. Ia telah menyatu dengan rakit Dhamma yaitu kerelaan, kemoralan serta konsentrasi. Oleh karena itu, orang lain hanya bisa meniru namun tidak bisa mendapatkan ‘warisan’ rakit Dhamma tersebut. Mereka yang mau meniru dengan menjadikan Dhamma sebagai jalan hidup atau rakit, maka mereka pula yang nantinya juga akan mencapai kesucian atau pantai seberang yaitu Nibbana.
Kembali Ke Atas Go down
http://yto997.com
 
bertanya......
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» Bertanya tentang busi Iridium...

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
My Home :: Agama :: Ke Agamaan :: Buddha-
Navigasi: